Bacalah Al-Quran..

Abdullah bin Mas’ud r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah swt maka untuknya diberi satu hasanah (kebaikan) sebagai ganjaran bagi huruf itu dan satu hasanah adalah sama dengan sepuluh pahala. Aku tidak berkata (alif,lam,mim) sebagai satu huruf tetapi (alif) adalah satu huruf, (lam) adalah satu huruf dan (mim) adalah satu huruf.” (Riwayat Tirmizi)

Dari Abu Umamah Al-bahili ra, dia berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al Qur'an. Karena ia pada hari kiamat nanti akan datang untuk memberikan syafaƔt kepada para pembacanya." (HR Muslim)

"Perumpamaan orang Mukmin yang membaca Al-Quran, adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lazat; orang Mukmin yang tidak membaca Al-Quran, adalah seperti buah kurma, baunya tidak begitu harum, tapi manis rasanya; orang munafiq yang membaca Al-Quran ibarat sekuntum bunga, berbau harum, tetapi pahit rasanya; dan orang munafiq yang tidak membaca Al-Quran, ia tak ubah seperti buah hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali." (HR Bukhari)

Allah berfirman: "Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelummnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami". (Surah Asy Syuura ayat 52)

Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, apabila disebut (nama) Allah, gementarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka kerana-Nya dan kepada Allah lah mereka bertawakkal." (Surah Al Anfaal ayat 2)

Allah berfirman: "Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah dengan baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat". (Surah Al A'raaf ayat 204)

“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (Al-Qadar, ayat 3) 

Dari Aisyah Radiallahuanha, sesungguhnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam yang ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan". (HR Bukhari) 

Aisyah Radiallahuanha mengatakan, “Rasulullah s.a.w. beriktikaf (duduk di dalam masjid) pada sepuluh hari yang terakhir pada bulan ramadhan”. (HR Bukhari) 

Aisyah Radiallahuanha mengatakan, “Rasulullah apabila masuk malam 10 terakhir Ramadan, Baginda menghidupkan malam (dengan ibadat), mengejutkan keluarganya (bangun beribadat), bersungguh-sungguh (dalam beribadat) dan uzlah (mengasingkan diri) daripada isteri-isterinya.” (HR Bukhari dan Muslim) 

"Sesiapa berdiri (solat) pada malam al-Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:“Malam al-Qadar adalah malam yang indah penuh kelembutan, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin. Manakala pada keesokan harinya sinar matahari kelihatan lemah kemerah-merahan.” (Hadis Riwayat al-Bazzar) 

Daripada Aisyah r.a., katanya: "Saya berkata: "Ya Rasulullah, jikalau saya mengetahui bila lailatul-qadar itu, apakah yang harus saya ucapkan pada malam itu?" Beliau s.a.w. menjawab: "Ucapkanah: "Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’ fu ‘anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah aku). (HR Termidzi) 

Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tentang bila terjadinya lailatul qadar di antaranya adalah agar terbeza antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. 

Penghinaan Terhadap Islam..Na'uzubillah..!

Salam.try tgk video nih.Tak sangka depa sanggup buat mcm nih...Islam pulak tuh...memang dasar bodoh,..! tak sedar yang Allah dah mnciptakan depa elok2 dalam Islam,depa buat mcm nih...Untuk kawan2..,sedarlah...tekan sini>...http://youtu.be/jaxsbiDMD5U..